Luka begitu sulit dijelaskan, ketika aku mencintaimu; kaumengetahuinya tapi tak pernah peduli.
Mungkin, perasaanmu tak lagi kaufungsikan, hingga kautak tahu rasanya menjadi aku; yang menunggumu, tanpa lelah.
Kadang, menunggu disejajarkan dengan sikap pengecut. Padahal, apa salahnya bersabar untuk kebahagiaan?
Tapi, menunggulah untuk yang pantas kautunggu. Karena dia pasti datang. Karena dia pasti pulang.
Jika dia menyadari ada sosokmu yang masih menunggu, dia akan pulang dan datang tepat waktu.
Jika kaumenunggu namun ia tak pernah tahu dan tak pernah sadar sedang kautunggu, maka untuk apa kautetap menunggu?
Jika dia juga tak pernah hargai perjuanganmu saat menunggu, maka untuk apa kautetap menjadikan dia satu-satunya?
Terlalu cinta makanya kautetap menunggu meskipun dia tak tahu? Well, tahukah kamu sesuatu yang "TERLALU" itu Tak baik?
Lebih baik lagi kalau saling menunggu, menunggu waktu yang tepat untuk saling membahagiakan. Indah pada waktunya. :')
from Dwitasari's twitter
for H.L :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar